AKA MANTO :PRIA BERJUBAH MERAH
Aka Manto atau Si Jubah Merah adalah sosok hantu berwujud pria yang memakai jubah merah dan memakai topeng untuk menutupi wajahnya.konon,ia menutupi wajahnya dikarenakan semasa hidupnya ia mempunyai wajah yang sangat tampan dan merasa terganggu karena selalu diikuti penggemarnya yang kebanyakan wanita.namun dia juga rupanya mempunyai sisi psikopat,karena kemudian dikabarkan ia menculik dan membunuh secara sadis beberapa wanita muda.sejak itu ia pun menghilang dari kejaran polisi.dan menjadi buronan.bertahun-tahun kemudian dia muncul sebagai hantu yang meneror di toilet wanita
Aka Manto dikabarkan sering muncul di toilet wanita di bilik terakhir.biasanya di saat kemunculannya,sang korban akan mendengar suara misterius yang mengatakan : " mau kertas merah atau biru..??" jika korban menjawab "merah" maka korban akan langsung dibunuh dengan sadis,bersimbah darah. dan jika korban menjawab "biru" maka korban akan dibunuh dengan cara dicekik sehingga wajah berwarna biru karena kesulitan bernapas.bagaimana jika korban menjawab warna selain merah atau biru?? kuning atau hijau misalnya??si korban tetap tidak akan lolos karena Aka Manto akan menyeret korbannya menghilang ke dunia roh bersamanya. satu-satunya cara adalah dengan menjawab "tidak perlu kertas".
Aka Manto pernah membuat suatu kasus Pembunuhan heboh ,aneh,dan sadis di Jepang.waktu itu korbannya adalah seorang polwan yang dipanggil oleh pihak sebuah sekolah menengah karena mendengar adanya suara misterius (seperti di atas ) dari dalam toilet sekolah yang didengar oleh salah seorang siswi. sang polwan kemudian masuk ke dalam bilik toilet sementara rekan polisi prianya menunggu di luar bilik.saat berada dalam bilik,terdengar suara misterius "rompi merah atau biru?? " rekan polwan tersebut yang berada di luar yang menguping pembicaraan polwan,mendengar polwan tersebut menjawab " merah " tak lama kemudian terdengar suara jeritan dari dalam bilik toilet dan terdengar juga suara benda jatuh.rekan polwan tesebut langsung mendobrak pintu,dan mendapati sang polwan jatuh tersungkur dengan kepala terpenggal dan darahnya membasahi seluruh rompi seragam yang dikenakannnya.
Terkadang selain menawarkan kertas,Aka Manto juga sering menawarkan Jubah,Rompi atau benda lainnya dengan pilihan warna seperti diatas.
