Pernah dengar LUBANG HITAM (BLACK HOLE)??? maksudnya LUBANG HITAM yang ada di angkasa luar.Biasanya kita sering dengar ini dari artikel-artikel sains atau bisa juga dari film-film animasi atau film tentang luar angkasa.Misalnya film STAR TREK dan lain-lain.Dan ini juga sering dikaitkan dengan perjalanan menembus waktu.Apakah memang bisa?
Lubang Hitam sendiri adalah suatu lokasi atau kondisi di luar angkasa yang mengalami pemusatan kondisi gravitasi yang sangat besar sehingga bisa menghisap dan menyedot semua materi dan partikel yang berada di dekatnya (termasuk cahaya) ke dalam titik tersebut.Lubang itu bisa semakin besar tergantung seberapa banyak materi dan partikel yang telah dihisap masuk ke dalam Lubang tersebut.Sehingga Lubang Hitam sendiri bisa bermacam-macam ukurannya tergantung seberapa banyaknya materi yang telah dihisap masuk.
Semua materi dan partikel yang masuk ke dalam Lubang ini dihisap dengan kecepatan yang sangat luar biasa,hampir mendekati kecepatan cahaya.Dan juga,materi dan partikel yang disedot masuk tidak bisa lagi keluar atau tidak dapat ditembus (termasuk cahaya)sehingga keadaannya tentu saja gelap.Dari sinilah istilah Lubang Hitam muncul.
Teori tentang adanya Lubang Hitam di luar angkasa sendiri mulai dicetuskan pertama kali oleh astronom Perancis John Michell dan Pierre Simon-Laplace pada abad ke 18. Kemudian pada abad ke 20 berdasarkan teori relativitas umum dari Albert Einstein,teori ini dikembangkan oleh astronom bernama Karl Schwarzschild dari Jerman pada tahun 1916.Dan kemudian semakin dipopolerkan oleh fisikawan Stephen William Hawking.Istilah "Lubang Hitam" sendiri pertama kali dicetuskan oleh John Archibald Wheeler,seorang fisikawan Amerika Serikat di tahun 1967.
Pada dasarnya,Lubang Hitam terbentuk apabila suatu obyek atau benda di angkasa yang memiliki ukuran massa yang besar tapi kekuatan inti atomnya kecil tidak dapat melawan daya gravitasinya sendiri.Semua obyek di angkasa sebenarnya memiliki daya gravitasi sendiri,termasuk bumi dan matahari.Bumi serta matahari juga bisa berpotensi jadi Lubang Hitam apabila kekuatan atom dan nuklir yang ada dalam inti bumi dan matahari tidak bisa lagi melawan kekuatan daya gravitasinya sendiri.Sebab kestabilan suatu obyek di angkasa ditentukan juga oleh keseimbangan antara daya gravitasi yang bersifat menghisap dan kekuatan inti atom yang bersifat menolak ke luar.Semakin besar massa suatu obyek di luar angkasa maka semakin besar juga daya gravitasinya.Sehingga apabila suatu obyek angkasa memiliki ukuran massa yang besar namun kekuatan inti atom yang ada dalam obyek tersebut lebih kecil maka daya gravitasi itulah yang akan menang sehingga menghisap seluruh partikel dan massanya sehingga terciptalah Lubang Hitam.Lubang Hitam dapat menjadi berbahaya bagi obyek yang ada di dekatnya apabila jarak obyek tersebut hanya berjarak 10 mil dari Lubang Hitam.Jadi seandainya matahari kita menjadi sebuah Lubang Hitam,bumi masih akan tetap aman dan tidak akan terhisap karena jaraknya yang cukup jauh sekitar 93 juta mil dari matahari.Walau bumi sudah pasti dalam keadaan gelap gulita,dikarenakan cahaya matahari tidak bisa menembus Lubang Hitam tersebut.
LUBANG HITAM DAN LORONG WAKTU
Sering juga Lubang Hitam ini dikaitkan dengan lorong waktu untuk melakukan perjalanan waktu (time travel) seperti di film-film fiksi ilmiah.namun,seperti apa sebenarnya faktanya?
Banyak orang sudah mengkaji kemungkinan untuk melakukan perjalanan waktu,entah ke masa depan atau masa lalu dengan berbagai macam alasan.Dalam film kita biasa menyaksikan orang yang akan melakukan perjalanan waktu tersebut melintasi sebuah lorong waktu dengan sebuah mesin waktu.Hal itu sebenarnya tidak mengada-ada,karena hukum fisika sebenarnya dapat menjelaskan tentang konsep lorong waktu tersebut.Hal ini terlebih dulu sudah dijelaskan melalui Teori Relativitas Einstein.Teori Relativitas Eistein menyatakan bahwa Massa bisa membuat ruang dan waktu terlipat,dan hal inilah yang terjadi di dalam Lubang Hitam.Konsep mengenai Lubang Hitam sebagai lorong waktu sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Karl Schwartz berdasarkan Teori Relativitas Einstein.Namun secara fakta,hal tersebut tidak mungkin dilakukan disebabkan besarnya kekuatan gravitasi yang terjadi di dalam Lubang Hitam maka semua obyek yang terhisap ke dalam akan menyusut menjadi sebuah singularitas.Bayangkan jika bumi yang tersedot masuk,maka bumi akan menyusut menjadi bola seukuran bola dengan radius 1 meter saja.Dapat kita bayangkan apabila yang masuk adalah makhluk hidup seperti manusia,makhluk tesebut akan mati menyusut dan lenyap.
Belakangan diketahui bahwa untuk dapat menghindari penyusutan akibat gravitasi dalam Lubang Hitam,maka kita harus melalui apa yang disebut Lubang Putih (White Hole) suatu fenomena di luar angkasa yang merupakan kebalikan dari Lubang Hitam.Jika Lubang Hitam menghisap obyek,maka Lubang Putih akan mendorong atau memuntahkan obyek.Tapi bagaimana kita dapat masuk ke White Hole? Di tahun 1957,seorang ilmuwan yang bernama John Archibald Wheeler (yang pertama kali mempopolerkan istilah Lubang Hitam) mengemukakan Teori Worm Hole (Lubang Cacing) ada sebuah penghubung antara Lubang Hitam dan Lubang Putih.Hal ini sesuai dengan teori ilmuwan Carl Sagan yang menyatakan bahwa lorong kecil yang menghubungkan Lubang Hitam dan lubang putih bisa terbentuk di alam semesta tanpa mengalami efek singularitas atau penyusutan.
Namun bagaimana cara untuk melintasi dan memasuki Lubang cacing penghubung ini?karena menurut Stephen Hawking,Lubang Cacing ini sangat tidak stabil,akan hancur begitu kita mencoba memasukinya.Menurut seorang ilmuwan yang bernama Nathan Rosen,Lubang ini masih dapat dilewati apabila kita melintasinya dengan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya.Ini bukan hal yang mudah,dan hal inilah yang sampai sekarang masih belum dapat dipecahkan oleh para ilmuwan dan insinyur-insinyur yang meneliti kemungkinan melakukan perjalanan lintas waktu (time travel)








